Home » Treatments

Ozone Therapy

Ozone sebagai terapi ditemukan oleh Christopher Friedrich Schonbein pada tahun 1840 dan digunakan untuk mencegah dan mengobati luka gangren sejenis infeksi, tetanus dan pengobatan lainnya semasa perang dunia pertama. Sejak saat itu ozone mulai digunakan

Terapi Ozone diyakini bisa meningkatkan kemampuan transportasi oksigen dan hemoglobin darah serta meningkatkan ketahanan dan kelenturan sel darah merah. Terapi Ozone juga membentuk peroksida berupa bahan-bahan yang menghilangkan plak penyebab penyempitan pembuluh darah bagi penderita hiperlipidemia dan hiperkolesterolemia yang bisa memicu timbulnya stroke dan jantung koroner.

Sekilas tentang terapy Ozone.
Ozone Therapy adalah suatu upaya medis yang berkelanjutan sebagai terapi pencegahan dan perbaikan/ penyembuhan penyakit dengan menggunakan oksigen (O2) dan ozon (O3) yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui darah, atau di luar tubuh. Tujuan terapi ini untuk mengoptimalkan fungsi organ – organ tubuh. Namun terapi ini bukanlah dimaksudkan untuk menggantikan terapi medis  dengan kata lain terapi ozone merupakan salah satu terapi alternative pendamping terapi medis.

Therapy Ozone sendiri terbagi dalam beberapa metode dan cara. Pembagian ini berdasarkan kondisi pasien dan target organ yang memerlukan terapi. Dibawah ini adalah beberapa metode & Cara melakukan terapi ozone:

  1. Apheresis/EBOO
    Proses terapi yang bertujuan meningkatkan kadar oksigen dan o murni dalam darah melalui suatu proses sirkulasi/perputaran darah dalam suatu sirkuit sehingga pembagian oksigen ke jaringan merata, lebih baik/ tercukupi serta menyaring kotoran/sampah yang ikut bersirkulasi dengan darah . Dalam proses ini, terjadi perubahan warna darah dari  hitam pekat menjadi merah terang karena diperkaya oleh oksigen dan  terlihat plak – plak kolesterol yang tertarik.  Hasil penyaringan yang mengandung trigliserid, kolesterol LDL dan berbagai toksin yang ikut terbuang setelah proses terapi berlangsung. Untuk memperoleh hasil yang optimal, terapi ini dilakukan sebanyak tujuh kali dengan frekuensi satu kali seminggu (paling lama dua minggu satu kali) bahkan untuk kasus tertentu dua kali dalam satu minggu.
    Manfaat terapi ini  adalah untuk melancarkan sirkulasi darah, mengencerkan darah yang pekat, sangat efektif menurunkan tekanan darah, kolesterol, gula darah dan asam urat serta baik untuk mencegah terjadinya serangan jantung dan stroke.

  2. Ozone Infusion
    Terapi menggunakan cairan infus yang dibubble/ dicampur dengan oksigen dan ozon, dan dimasukan ke dalam darah melalui infuse. Ozone infusion ini mengandung konsentrasi ozone 1/3 dari Eboo/apheresis. Untuk hasil optimal terapi dilakukan 10 kali dengan  frekuensi setiap hari atau dua hari sekali.
    Manfaat terapi adalah untuk menurunkan tekanan darah, baik untuk terapi pada orang tua dan anak (pembuluh darah terlalu kecil,rapuh dan tidak terlihat lewat kulit) serta pasien penderita stroke karena perdarahan (hemoragic stroke).

  3. Bagging
    Terapi local berupa pembungkusan pada jaringan/bagian luar tubuh (kaki, tangan) yang mengalami luka dengan plastik khusus yang telah dimasukkan ozon sebelumnya berkesinambungan sampai terapi selesai sehingga luka langsung terpapar dengan ozon. Untuk hasil optimal terapi dilakukan 10 kali. Frekuensi setiap hari atau dua hari sekali
    Manfaat terapi berguna untuk mempercepat penyembuhan luka terutama pada  kasus–kasus luka/ borok pada penderita diabetes mellitus, gangguan pembuluh darah di kaki dan luka–luka infeksi lainnya

  4. Vagina Ozone
    Terapi dengan memaparkan ozon dalam liang vagina dengan menggunakan disposable catheter. Untuk hasil optimal terapi dilakukan 10 kali. Frekuensi setiap hari atau dua hari sekali

    Manfaat terapi ini terutama untuk para wanita yang sering mengalami masalah keputihan, infeksi pada alat kelamin, dan efektifpula untuk menangani problem ketidaksuburan pada pasangan yang belum dikaruniai keturunan setelah menikah lebih dari 1 tahun.

  5. Rectal Ozone
    (serupa dengan Vagina ozone)namun kateter dimasukkan ke dalam liang dubur/anus.
    Manfaat terapi ini terutama pada kasus-kasus infeksi saluran pencernaan bagian bawah namun dapat juga  sebagai terapi kombinasi dengan terapi ozon yang lain, terutama  untuk menangani penyakit- penyakit sistemik (penyakit yang mempengaruhi organ- organ di dalam tubuh secara keseluruhan) bahkan rectal ozone baik untuk menangani infeksi maupun gangguan sistemik pada anak. Untuk hasil optimal terapi dilakukan 10 kali. Frekuensi setiap hari atau dua hari sekali
    dengan waktu setiap terapi ± 10-15 menit.

  6. Ear Ozone
    Manfaat terapi ini menangani kasus-kasus infeksi pada telinga (Otitis eksternal)dll. Untuk hasil optimal terapi dilakukan 10 kali. Frekuensi setiap hari atau dua hari sekali
    dengan waktu setiap terapi ± 10-15 menit.

  7. Vaginal washier
    Proses membilas vagina dengan air ozon yang disemprotkan ke dalam liang vagina.
    Manfaatnya adalah untuk mencegah serta menangani infeksi pada saluran genital (kelamin) dan menjaga kebersihan vagina sehingga terhindar dari bau tidak sedap dan gatal. Untuk hasil optimal terapi dilakukan seminggu sebelum atau sesudah menstruasi. Untuk menjaga higiene dilakukan sebulan sekali.
  • Melancarkan sirkulasi darah
  • Membersihkan kerak-kerak yang ada pada dinding pembuluh darah, melenturkan dan mencegah terjadinya luka dan perdarahan pembuluh darah, menghilangkan penyempitan dan mencegah penyumbatan pembuluh darah.
  • Menurunkan kadar kolesterol, trigliserida, asam urat dan menstabilkan tekanan darah.
  • Meningkatkan fungsi dan kekuatan pompa jantung sehingga volume darah meningkat, mencegah stroke dan untuk pasien stroke dapat mempercepat pemulihan paska stroke.
  • Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.
  • Mengoksidasi toksin/ racun-racun yang tertimbun dalam tubuh dari polusi dan makanan yang banyak mengandung bahan kimia.
  • Mensuplai seluruh tubuh dengan oksigen murni, sehingga sel tetap sehat dan dapat berfungsi secara optimal.
  • Mengurangi ketergantungan pemakaian obat seumur hidup.
  • Sebagai anti aging.

Siapa saja dapat menjalani terapi ozone namun konsultasikan dahulu dengan dokter. Pengecualian tidak boleh dilakukan pada pasien kelainan kelenjar gondok, riwayat perdarahan, jumlah trombosit dibawah normal, dan yang mengalami gangguan pembekuan darah

Terapi Ozone diyakini bisa meningkatkan kemampuan transportasi oksigen dan hemoglobin darah serta meningkatkan ketahanan dan kelenturan sel darah merah. Terapi Ozone juga membentuk peroksida berupa bahan-bahan yang menghilangkan plak penyebab penyempitan pembuluh darah bagi penderita hiperlipidemia dan hiperkolesterolemia yang bisa memicu timbulnya stroke dan jantung koroner.

Manfaat lain dari Terapi Ozone adalah :

  • Menonaktifkan bakteri, virus, jamur dan protozoa dengan cara merusak selaput pelindung kuman.
  • Mencegah proses penuaan dini (Anti-Aging)
  • Meningkatkan kekebalan tubuh serta memicu reaksi pertahanan tubuh terhadap penyakit.
  • Bahkan sejak sekitar tahun 1950-an terapi Ozone diteliti dapat dipakai untuk penyakit yang ditakuti dunia saat itu, yakni kanker.

Kami Menawarkan 2 jenis Terapi Ozone 
1. Polyatomic Apheresis (PA) atau EBOO (Extracorporeal Blood Circulation Againts O2-O3) 
Caranya : mengambil darah dari pembuluh darah balik di lengan, lalu mengalirkannya ke dalam tabung dialiser yang khusus diberi Ozone sesuai kebutuhan. Darah yang telah dibio-oksidasi warnanya lebih cerah karena mengandung oksigen lebih banyak dari sebelumnya. Sebaliknya kandungan radikal bebas dan sampah metabolismenya telah dinetralkan.
2. Ozonated Saline Infusion
Caranya : cairan infus NaCl 0.9% dibubble Ozone dan oksigen terlebih dahulu selama 15 menit sebelum diinfus ke dalam tubuh pasien.

Related Link

LiveZilla Live Help